rahasia hati laki2 dan wanita...(2)
pacaran..kata yang terdengar wajar2 saja bagi kebanyakan remaja kita saat ini..masih rada sulit menemukan remaja yang berkata "ihh..itu kan zina mas..", atau "ngapain sih pacaran segala..kalo berani lamar donk.." apalagi bagi mereka yang usianya baru beranjak dewasa..malah ada semacam paradigma jika sudah memasuki usia remaja dan tidak memiliki pacar..maka orang tersebut disebut 'jomblo'..'ga gaul'..'ga keren' dan lain sebagainya..
karena itu jangan heran, kalo abg2 kita saat ini yang kata orang tua masih bau kencur udah bermain2 dengan kata "cinta".."aku cinta padamu..sungguh" katanya..tanpa pernah ia tahu konsekuensi dari kata itu atas diri dan Zat yang telah menciptakannya..
naif??..bisa jadi, tetapi mungkin lebih karena faktor visual atau adanya orang2 yang dianggap sebagi contoh..yang sering mereka lihat, tidak hanya diluar rumah (sekolah, mall2, dll) tetapi juga didalam rumah (vcd, TV, Parabola, dll)..disamping itu faktor keluarga(ortu) yang karena pengetahuannya tentang pergaulan didalam Islam pun minim..juga menganggap bahwa anak2nya yang berpacaran adalah hal yang lumrah dalam usaha saling menjajagi diri dan pasangan..ditambah lagi faktor diri si abg sendiri sebagai benteng terakhir untuk memfilter hal itu masih kurang..kurang mengenal dasar2 pergaulan Islam dengan baik..meskipun sekarang kadang kita jumpai, mereka yang berpacaran adalah juga orang yang paham bagaimana islam mengatur hubungan laki2 dan wanita itu..
visualisasi tentang hal ini menjadikan pemahaman si abg ketika beranjak dewasa terhadap pacaran menjadi sebuah hal yang lumrah untuk dilakukan dalam proses 'menjajagi' pasangan..meskipun seringkali aktifitas pacaran justru mendorong orang yang melakukannya semakin 'menutup' diri dari keadaan yang sebenarnya..menjadi 'orang lain' yang sungguh2 sangat 'ideal'..ia seringkali menjadi orang yang sangat baik, sangat perhatian, sangat sabar, sangat melindungi, dll..padahal kesehariannya dia bukanlah orang seperti itu..disamping itu konsep tentang 'rasa suka', 'cinta' , dan bahkan janji2 'pernikahan' dan sejenisnya akhirnya ditunjukkan sebagai manifestasi syahwat yang harus dipenuhi melalui aktifitas pacaran tadi..apakah itu dengan saling menggenggam tangan, saling membelai, saling merayu, saling (maaf) berciuman, bahkan mungkin lebih dari itu..entah itu disadari atau tidak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar